Keteladanan Guru adalah Kunci Pembentukan Karakter Peserta Didik

0
28

Jakarta, Kemendikbud — Guru yang hebat  adalah guru yang memiliki karakter yang unggul dan menjadi teladan bagi peserta didik. Pembentukan karakter pada peserta didik dilakukan melalui keteladanan yang dapat ditiru oleh siswa. Pembentukan karakter pada siswa peserta didik hanya dapat dilakukan oleh guru-guru yang berkarakter pula.

Pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang hal yang baik sehingga siswa menjadi paham tentang mana yang baik dan salah, mampu merasakan nilai yang baik, dan biasa melakukannya. Dengan demikian pendidikan karakter erat kaitannya dengan kebiasaan yang dilakukan terus menerus.

“Pendidikan Karakter yang paling mendasar adalah siswa melihat sendiri karakter pada gurunya,” ujar mantan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Indra Djati Sidi, pada saat pembekalan guru dalam Pleno Pemilihan Guru Berprestasi Berdedikasi dan Kreativitas Jenjang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus di Jakarta, (15/8/2019). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Pemilihan Guru dan Tenaga Pendidikan Berprestasi dan Berdedikasi 2019.

Menurut Indra, guru yang berkualitas akan memiliki karakter yang baik, yang mana perilakunya dapat ditiru oleh peserta didik. Pendidikan karakter lebih penting dari matematika dan fisika, bukan sekadar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah.

“Karakter itu adalah Anda, karena Anda adalah guru-guru berprestasi. Jika kita tidak berkarakter, tidak mungkin dapat berprestasi. Orang yang berprestasi adalah orang yang berkarakter, kerja keras, disiplin, mau belajar dan bangkit dari kekalahan,” katanya.

Indra mengatakan, guru hebat bukanlah guru yang sudah memiliki sertifikat profesional, tetapi guru yang hebat adalah guru yang memiliki kemampuan karakter lebih dibandingkan dengan guru-guru yang lainnya.

“Jadi, guru-guru berprestasi yang berada disini tolong didiklah siswa dengan karakter dan berikan contoh suri teladan. Karakter ini akan berlaku di zaman apapun. Jika kita tidak didik anak dengan karakter maka akan tumbang,” tuturnya.

Ia menegaskan, pendidikan karakter sangat penting, karena jika kita ingin menjadi bangsa yang besar, karakter itu harus terus dibangun, dan diajarkan dari pendidikan dasar sebagai modal generasi bangsa hingga dewasa. “Di sinilah peran guru sangat penting dan tidak hanya mentransformasi ilmu,” ujarnya. (Ryka Hapsari Putri/Desliana Maulipaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here